<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=5266418190491145780&amp;blogName=Han+Sugando+Dan+Ibun+Ichodo&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://iwaw-cannaria.blogspot.com/search&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http://iwaw-cannaria.blogspot.com/&amp;vt=1986601000394490510" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>



藤沢 ルーザー
And all this because he unwittingly let a canary loose from its cage. Yes, that canary flits around his head even now, pecking and pecking, trying to find even the slightest weakness. It won't hold; he is perfect. Currently listening to: A Little Bug — Khalil Fong
Dunia ini cuma selebar daun kelor
Jumat, 29 Oktober 2010, 9:45 PM

#1

Ini cerita lama, waktu gue baru-baru jadian sama pacar gue, Sesa. Dia kan tinggalnya di Surabaya, dan gue di Jakarta. Lumayan susah sih waktu itu LDR-an, tapi lama-lama terbiasa juga. Nah, waktu itu gue iseng nanya alamatnya karena mau ngirim kado, dan waktu itu dia jawab di perumahan dosen ITS. Gue jadi inget gue juga punya om yang dosen di ITS, tapi gue cuma tau nama panggilannya aja, nggak tau nama lengkapnya. Akhirnya, pas ada kesempatan, gue tanya bokap, dan dapetlah nama panjang bin lengkap si om.

Pas gue telponan lagi sama Sesa, gue tanya sama dia, siapa tau bokapnya kenal sama si om. Gue sebutin nama si om, ternyata sambutan Sesa lebih parah dari dugaan gue. Keluarga mereka kenal deket dan akrab banget, udah kayak sodaraan katanya. Cih, udah jauh-jauh nyari pacar ke Surabaya masih aja orangnya dia lagi, dia lagi.

#2

Ini kejadian waktu hari raya Ied di tahun kedua gue kuliah di FSRD ITB. Seperti lebaran-lebaran sebelumnya, gue dan keluarga silaturahmi ke rumah nenek buyut beserta keluarga lainnya. Nah, yang mengejutkan, gue ketemu sama seorang senior. Gue tegor senior itu, jelas dia nggak ngenalin gue karena biasanya emang junior lebih ngenalin senior, tapi akhirnya kita ngobrol disitu. Terus gue cerita sama nyokap, dan waktu gue nunjuk orangnya, tiba-tiba nyokap kaget. Sayangnya, si senior dan keluarga keburu pulang jadinya ya udah deh.

Di rumah, nyokap ngobrak-abrik album foto, dan tiba-tiba ketemu aja foto gue usia sekitar 2-3 tahun, lagi main sama seseorang cewek juga yang umurnya nggak jauh sama gue. Dan nyokap bilang, cewek ini adalah si senior itu. Krik.

#3

Kosan gue, Doppio, alias Tubagus Ismail no. 37, adalah kosan yang udah berdiri dari jaman Belanda. Dulu ibu kosnya orang Jawa, tapi karena beliau butuh biaya, rumahnya dijual ke ibu kos sekarang, yang langsung merombak rumah jadi full kos-kosan, padahal sebelumnya rumah depan ditinggalin keluarga dan rumah kos cuma yang bagian belakang. Tapi itu cerita lama sih, gue aja tinggalnya di rumah utama sekarang.

Nah, waktu gue baru pindah, gue ngabarin kakak sepupu yang alumni ITB tahun 2000 awal. Kakak sepupu gue bilang dulu dia juga tinggal di Tubagus Ismail, tapi rumahnya lupa yang mana. Dan setelah diusut-usut, ternyata dia dulu nge-kos di kosan gue, dan kamarnya dia dulu sempet ditempatin sama seorang cewek yang namanya sama kayak dia. Kosmis.

Label:


0, any thoughts?